Musyawarah Aparatur beserta RT dan RW tentang pembagian Raskin.

Rabu,7 Februari 2018

Musyawarah yang dihadiri oleh Aiptu Harun ,ketua BPK, Kepala Kampung beserta jajaran aparatur Kampung Karya Makmur yang membahas masalah raskin.

Raskin selama ini menjadi gejolak disetiap kampung, karena banyak dari warga yang terdaftar sebagai penerima raskin ini sekarang sudah tidak miskin lagi. Dulu memang miskin tapi sekarang dengan perubahan jaman usaha demi usaha dulakukan sampai akhirnya membuahkan hasil. Yang menjadi masalah adalah warga yang terdaftar anggota raskin ini selalu mendapatkan jatah raskin tersebut sedangkan sudah dikatakan mampu. Hal seperti ini akan menjadi sorotan bagi masyarakat lain tentunya. Kenapa yang menerima raskin tetep itu dan itu saja. Sedangkan ada yang lebih membutuhkan, seperti janda, orang tua, pekerja buruh, dll.

Diadakannya musyawarah tersebut adalah bertujuan untuk memecahkan masalah tersebut. Sehingga tercapainya program raskin yang tepat sasaran. Maka dari itu adanya program PKH sangat membantu, kenapa? Karena program PKH iniĀ adalah program pemberian bantuan sosial bersyarat kepada Keluarga Penerima Manfaat (KPM) yang ditetapkan sebagai keluarga penerima manfaat PKH. Sebagai upaya percepatan penanggulangan kemiskinan, sejak tahun 2007 Pemerintah Indonesia telah melaksanakan PKH. Program Perlindungan Sosial yang juga dikenal di dunia internasional dengan istilah Conditional Cash Transfers (CCT) ini terbukti cukup berhasil dalam menanggulangi kemiskinan yang dihadapi negara-negara tersebut, terutama masalah kemiskinan kronis.

Kembali kemasalah raskin, program raskin adalah wujud bantuan dari pemerintah yang ada kaitannya dengan PKH tersebut. Apa itu raskin?

Raskin merupakan subsidi pangan dalam bentuk beras yang diperuntukkan bagi rumah tangga berpenghasilan rendah sebagai upaya dari pemerintah untuk meningkatkan ketahanan pangan dan memberikan perlindungan sosial pada rumah tangga sasaran. Keberhasilan Program Raskin diukur berdasarkan tingkat pencapaian indikator 6T, yaitu: tepat sasaran,tepat jumlah, tepat harga, tepat waktu, tepat kualitas,dan tepat administrasi. Program ini bertujuan untuk mengurangi beban pengeluaran Rumah Tangga Sasaran (RTS) melalui pemenuhan sebagian kebutuhan pangan pokok dalam bentuk beras dan mencegah penurunan konsumsi energi dan protein. Selain itu raskin bertujuan untuk meningkatkan/ membuka akses pangan keluarga melalui penjualan beras kepada keluarga penerima manfaat dengan jumlah yang telah ditentukan.

 

Facebook Comments

Jadi yang Pertama Berkomentar

Tinggalkan Balasan